Pendidikan


Umumnya pendidikan diidentikkan dengan suatu lembaga pendidikan formal seperti TK, SD, SMP, SMU, Perguruan Tinggi; dan lembaga pendidikan nonformal seperti PAUD, Paket A-C, lembaga-lembaga kursus juga keaksaraan fungsional (KF). Padahal sesungguhnya, pendidikan itu tidak hanya didapatkan dari sebuah lembaga pendidikan. Lebih luas lagi, seluruh fase kehidupan di jagat raya ini adalah proses pendidikan bagi manusia yang mau berfikir. Sejak dalam rahim sang bunda, seorang bayi telah belajar banyak hal. Seperti merasakan, bergerak, melihat juga mendengar. Begitupun ketika lahir ke dunia, secara refleks bayi belajar bernafas, menangis, menyusu, seiring perkembangannya kemudian belajar berjalan, melompat, berbicara, dan sebagainya.


Definisi Pendidikan

Menurut Ki Hajar Dewantara
Pendidikan yaitu daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
Ki Hajar Dewantara menekankan pendidikan pada anak agar supaya ketika dewasa bisa hidup selaras dengan alam dan masyarakatnya. Jadi objek pendidikan di sini adalah anak-anak.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.
Dalam pengertian ini, pendidikan dilakukan oleh suatu pihak (seorang/sekelompok orang/lembaga pendidikan) kepada seseorang atau sekelompok orang melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Menurut UU SISDIKNAS No.20 Tahun 2003,  
pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Dalam pengertian ini, pendidikan merupakan suatu upaya yang berkesinambungan melalui pembelajaran yang dilakukan oleh suatu pihak (pemerintah melalui lembaga pendidikan) kepada peserta didik.

H. Horne
Pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada Tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

Jhon Dewey (seorang filsuf dari Amerika Serikat, 1859-1952)
Pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.

J.J. Rousseau
Pendidikan adalah pemberian pembekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak tetapi sangat dibutuhkan pada waktu dewasa. Mengapa mesti ada pembekalan ? karena adanya kemampuan dan potensi yang berbeda pada setiap orang. Hal ini akan menimbulkan kepincangan, bila tidak ada hal yang dapat membantu mempercepat proses pendewasaan diri. Oleh karenanya, diharapkan pembekalan yang diberikan dapat hampir atau bahkan menyamakan waktu kedewasaan. Cara-cara yang dilakukan untuk pembekalan misalnya motivasi dan support, memberi contoh keteladanan, menunjukkan fakta yang ada dan kebersamaan dalam pergaulan.

Prof. Dr. N. Driyakara
Menyatakan pendidikan sebagai pemanusiaan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf insani. Insani sebagai tujuan utama yang dimaksud adalah manusia yang dapat mengenali siapa dirinya dan Tuhannya.

Ahmad D. Marimba
Menafsirkan pendidikan sebagai bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian utama. Dengan unsur dan inti pendidikan adalah usaha atau bimbingan, pendidik, anak didik (terdidik), tujuan dan alat.

Langeveld adalah seorang ahli pendidikan bangsa Belanda
Pendidikan adalah bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain”

Wikipedia
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Dalam prakteknya, pendidikan bisa dilakukan oleh siapa saja kepada siapa saja. Seseorang bisa mendidik saudara, keluarga, teman, tetangga bahkan orang yang tak dikenal sekalipun. Dalam pengertian ini, pendidikan tidak harus bersifat terus menerus dari satu pihak kepada pihak lain. Tapi lebih menekankan suatu perbuatan yang bisa memberikan makna yang mendalam dan memberi pengaruh yang kuat sebagai titik tolak perkembangan atau perbaikan di masa yang akan datang.

Definisi Ilmu Pendidikan

Diibaratkan ketika seorang anak kecil yang dihadapkan pada dua hal yang berbeda, roti dan api. Sang anak kecil yang tak mempunyai pengetahuan dan pengalaman apa-apa tentang kedua hal tersebut, akhirnya memilih api. Ketika api tersebut dipegang, maka seketika itu pula dia menarik tangannya karena rasa panas yang timbul.

Dari perumpamaan di atas, kita dapat menarik mengambil  bahwa dimisalkan pengalaman anak kecil yang menarik tangannya seketika saat api disentuhnya adalah sebuah pendidikan, maka akan timbul suatu rasa keingintahuan, apa ini dan mengapa ini panas ? Maka inilah yang disebut selanjutnya disebut sebagai ilmu pendidikan.

Secara singkat dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah proses pengalaman belajar yang diperoleh seseorang dalam semua lingkungan yang berlangsung seumur hidup, sedangkan ilmu pendidikan adalah cara-cara, metode-metode dan sistem-sistem yang dipergunakan untuk memperoleh pendidikan.

Pengertian
      Ilmu pendidikan adalah ilmu yang membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan persoalan pendidikan atau ilmu yang mempersoalkan pendidikan dan kegiatan pendidikan.
Istilah education dalam bahasa inggris yang berasal dari bahasa latin educare yang artinya memasukkan sesuatu, barang kali bermaksud memasukkan ilmu ke kepala orang .

Dalam bahasa Arab ada beberapa istilah yang biasa digunakan dalam pengertian pendidikan, diantaranya ta’lim, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran(Q.S. Al-Baqarah : 31) yang artinya “Dan Allah SWT mengajarkan kepada Adam segala nama, kemudian Ia berkata kepada malaikat : beri tahulah aku nama-nama semua itu jika kamu benar”.
Ada juga kata tarbiyah yang digunakan untuk pendidikan. Seperti firman Allah dalam A-Quran(Q.S. Bani Israil : 24) yang artinya “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku sewaktu kecil”.

Strategi atau pendekatan yang dipakai dalam pengajaran agama Islam banyak ditekankan pada suatu model pengajran “seruan” atau “ajakan” yang bijaksana dan pembentukan sikap manusia (efektif). Sebagaimana terkandung dalam Al-Quran surat An-nahl: 125  yang artinya: “Ajaklah manusia pada jalan tuhanmu dengan hikmah dan nasehat yang baik, dan berdiskusilah secara baik dengan mereka”.

Ilmu Pendidikan menurut Pandangan Para Ahli

Redja Mudyahardjo,
Ilmu Pendidikan merupakan sebuah sistem pengetahuan tentang pendidikan yang diperoleh melalui riset. Oleh karena pengetahuan yang dihasilkan riset tersebut disajikan dalam bentuk konsep-konsep pendidikan, maka Ilmu Pendidikan dapat pula dibataskan sebagai sebuah sistem konsep pendidikan yang dihasilkan melalui riset.

Taqiyudin M
Yang menjelaskan, bahwa di lingkungan Yunani Kuno, terdapat dua kata yang memiliki fungsi yang berbeda, yakni Paedagogie dan Andragogi. Kata Paedagogie pada awalnya berarti “Pergaulan bersama anak-anak”. Arti ini bermula dari cerita yang berkembang bahwa konon, di lingkungan masyarakat Yunani Kuno terdapat seseorang atau sekelompok orang yang pekerjaan utamanya adalah mengantar dan menjemput anak-anak sekolah. Karena setiap hari mereka bertemu dan bergaul dengan anak majikannya itu, sehingga mereka makin tahu dan memahami sifat, sikap dan karakter anak yang diantar jemputnya itu. Bahkan pergaulan mereka tidak hanya pada saat-saat antar jemput saja, melainkan ketika mereka di rumah majikannya pun ditugasi untuk membimbing dan mengawasi anak-anak majikannya. Hasil dari pengetahuan dan pemahaman terhadap sikap, sifat dan karakter anak majikannya itu, lama kelamaan mereka jadi dekat dan cenderung menjadi orang tua kedua (second parent) baik di sekolah maupun di rumah. Sehingga mereka lebih tahu tentang kemampuan, kemauan dan bakat ‘anaknya’ itu.  Bekal inilah kemudian menjadikan tugas mereka semakin banyak, yaitu antar jemput, mengawasi, membimbing dan membelajari apa yang belum diketahui oleh anak majikannya. Sehingga sebutan bagi mereka yang dekat dengan anak-anak dan mengetahui banyak tentang dunia anak dalam bahasa Yunani kuno disebut agogos.

Prof. Dr. N. Driyakara
Menjelaskan ilmu pendidikan sebagai pendidikan ilmiah tentang realitas yang kita sebut pendidikan. Sedangkan dapat dikatakan ilmiah bila memenuhi 3 syarat yaitu teruji kebenarannya, sistematis dan tidak terbantahkan.

Prof. M. J. Langeveld
Mengemukakan bahwa ilmu pendidikan adalah setiap suatu ilmu yang bukan saja menelaah objeknya untuk mengetahui betapa keadaan atau hakiki obyek, melainkan betapa hendaknya dia bertindak. Hal ini dapat dijelaskan dengan adanya keseimbangan antara teori pengetahuan dan praktek dalam kehidupan masyarakat.

Sutari Imam Barnadib
berpendapat bahwa ilmu pendidikan adalah mempelajari suasana dan proses-proses pendidikan. Proses yang dimaksud adalah cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh pendidikan secara sistematis dan bertahap.

Sebagai kesimpulan, jika pendidikan adalah proses-proses yang dilakukan dalam usaha pencarian pengetahuhan untuk pendewasaan diri manusia dalam upaya menghadapi tugas hidupnya, maka ilmu pendidikan adalah ilmu yang menelaah dan mempelajari tentang situasi dan proses-proses terjadi dan terlaksananya pendidikan. Ilmu pendidikan sebagai suatu kumpulan pengetahuan atau konsep yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu yang bersifat ilmiah yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik atau suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna.

Pengertian antara Pendidikan, Pendidik, Mendidik, Peserta Didik, Belajar, Mengajar dan Pembelajaran

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Mendidik adalah usaha yang lebih ditujukan kepada pengembangan budi pekerti, semangat, kecintaan, rasa kesusilaan, dan ketakwaan melalui proses menyampaikan nilai-nilai agar peserta didik mempunyai kecakapan yang lebih baik

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

Belajar adalah proses membangun makna atau pemahaman terhadap informasi dan pengalaman

Mengajar adalah aktifitas kompleks yang dilakukan pendidik/ dalam menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik, sehingga terjadi proses belajar. Aktivitas kompleks yang dimaksud antara lain adalah :
1.     mengatur kegiatan belajar siswa,
2.    memanfaatkan lingkungan, baik ada di kelas maupun yang ada di luar kelas,
3.    memberikan bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa

Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar / suatu proses belajar mengajar untuk mencapai suatu tujuan


Mendidik, mengajar, melatih, membimbing :
Membingungkan?

Pengertian Mendidik, Mengajar, Membimbing, Dan Melatih

Apa sih pengertian mendidik? Apakah sama mendidik dengan mengajar? Lalu bagaimana dengan melatih dan membimbing? Mungkin perbedaan keempat kata tersebut (yang notabene sangat erat dengan dunia guru, dunia pendidikan) agak kabur dan kurang jelas. Drs. Suparlan, M.Pd. dalam bukunya yang bertajuk Menjadi Guru Efektif telah mendaftar perbedaan-perbedaan antara mendidik, membimbing dan melatih serta mengajar. Berikut perbedaan keempatnya menurut beliau:

Mendidik.
Dari segi isi, mendidik sangat berkaitan dengan moral dan kepribadian. Jika ditinjau dari segi proses, maka mendidik berkaitan dengan memberikan motivasi untuk belajar dan mengikuti ketentuan atau tata tertib yang telah menjadi kesepakatan bersama. Kemudian bila ditilik dari segi strategi dan metode yang digunakan, mendidik lebih menggunakan keteladan dan pembiasaan.

Membimbing.
Jika ditinjau dari segi isi, maka membimbing berkaitan dengan norma dan tata tertib. Dilihat dari segi prosesnya, maka mendidik dapat dilakukan dengan menyampaikan atau mentransfer bahan ajar yang berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan menggunakan strategi dan metode mengajar yang sesuai dengan perbedaan individual masing-masing siswa. Lalu kalau dilihat dari strategi dan metode yang digunakan, maka membimbing lebih berupa pemberian motivasi dan pembinaan.


Melatih.
Melatih bila ditinjau dari segi isi adalah berupa keterampilan atau kecakapan hidup (life skills). Bila ditinjau dari prosesnya, maka melatih dilakukan dengan menjadi contoh (role model) dan teladan dalam hal moral dan kepribadian. Sedangkan bila ditinjau dari strategi dan metode yang dapat digunakan, yaitu melalui praktik kerja, simulasi, dan magang.

Mengajar
Jika ditinjau dari segi isi, maka mengajar berupa bahan ajar dalam bentuk ilmu pengetahuan. Prosesnya dilakukan dengan memberikan contoh kepada siswa atau mempraktikkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan kepada siswa agar menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi dan metode yang dapat digunakan untuk mengajar misalnya ekspositori dan inkuiri.



(Renungan)
Pendidikan Menurut al-Qur'an

Al-Qur'an telah berkali-kali menjelaskan akan pentingnya pengetahuan. Tanpa pengetahuan niscaya kehidupan manusia akan menjadi sengsara. Tidak hanya itu, al-Qur'an bahkan memposisikan manusia yang memiliki pengetahuan pada derajat yang tinggi. al-Qur'an surat al-Mujadilah ayat 11 menyebutkan: (artinya):"…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…".
Al-Qur'an juga telah memperingatkan manusia agar mencari ilmu pengetahuan, sebagaimana dalam al-Qur'an surat at-Taubah ayat 122 disebutkan(artinya):"Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya".
Dari sini dapat dipahami bahwa betapa pentingnya pengetahuan bagi kelangsungan hidup manusia. Karena dengan pengetahuan manusia akan mengetahui apa yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah, yang membawa manfaat dan yang membawa madharat.
Dalam sebuah sabda Nabi saw. dijelaskan:"Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim". (HR. Ibnu Majah)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Islam mewajibkan kepada seluruh pemeluknya untuk mendapatkan pengetahuan. Yaitu, kewajiban bagi mereka untuk menuntut ilmu pengetahuan.
Islam menekankan akan pentingnya pengetahuan dalam kehidupan manusia. Karena tanpa pengetahuan niscaya manusia akan berjalan mengarungi kehidupan ini bagaikan orang tersesat, yang implikasinya akan membuat manusia semakin terlunta-lunta kelak di hari akhirat.
Imam Syafi'i pernah menyatakan:"Barangsiapa menginginkan dunia, maka harus dengan ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, maka harus dengan ilmu. Dan barangsiapa menginginkan keduanya, maka harus dengan ilmu".
Dari sini, sudah seyogyanya manusia selalu berusaha untuk menambah kualitas ilmu pengetahuan dengan terus berusaha mencarinya hingga akhir hayat.
Dalam al-Qur'an surat Thahaa ayat 114 disebutkan(artinya)"Katakanlah: 'Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan'."

Dengan pendengaran, penglihatan dan hati, manusia dapat memahami dan mengerti pengetahuan yang disampaikan kepadanya, bahkan manusia mampu menaklukkan semua makhluk sesuai dengan kehendak dan kekuasaannya. Dalam al-Qur'an surat al-Jatsiyah ayat 13 disebutkan:"Dan dia menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir".
Namun, pada dasarnya proses pemerolehan pengetahuan adalah dimulai dengan membaca, sebagaimana dalam al-Qur'an surat al-'Alaq ayat 1-5(artinya)"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (1), Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2). Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah (3), Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4), Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)".
Dalam pandangan Quraish Shihab kata Iqra' terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca teks tertulis maupun tidak.

Sabda Nabi SAW.:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat".

----------------------------------------------------------------------

       
       Referensi:

  • Bangmoehft.blogspot.com
  • Zeffa09.blogspot.com
  • Arnimabruria.blogspot.com
  • Suaranuraniguru.wordpress.com
  • www.isomwebs.net
  • Penelitiantindakankelas.blogspot.com
  • Binar mediaeducation.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diagonal Select - Hello Kitty 2